Minggu, 22 Maret 2020

23-03-2020
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia


Artikel ini diambil dari : www.kemkes.go.id

TIPS SIAGA BENCANA GUNUNG MELETUS

Tanggal Publikasi : WED, 25 NOV 2015 00:00:00, Dibaca : 14.993 Kali


Apakah letusan gunung api itu ?

Gunung api meletus disebabkan magma di dalam perut bumi yang di dorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena pergerakan lempengan bumi,tumpukan tekanan dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya bahkan hingga radius ribuan kilometer.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi membagi status gunung api aktif menjadi :

1. AWAS : Letusan dapat menjadi dalam waktu 24 jam.

2. SIAGA : Letusan dapat menjadi dalam waktu 2 minggu

3. WASPADA : Aktifitas vulkanik san seismik/kegempaan gunung sudah meningkat

4. NORMAL : Tidak ada gejala tekanan magma.

Apa saja akibat yang di timbulkan oleh letusan gunung api ?

Bahaya letusan gunung berapi adalah adanya erupsi, yang dapat berupa :

1. Awan panas , Bersuhu 300 sampai 700 derajat celcius, berkecepatan lebih dari 70 km/jam.

2. Material vulkanik, berupa batuan panas bersuhu lebih dari hujan abu yang mengandung asam dan berbahaya bagi pernafasan ,penglihatan,merusak air tanah dan tanaman

3. Lava atau lahar ,yang berwujud cairan kental bersuhu antara 700 sampai 1200 derajat celcius.

4. Gas beracun yang dapat keluar melalui rongga atau kawah bersama letusan , yang dapat mematikan makhluk hidup.

5. Tsunami, bilamana gunung api yang berada di bawah permukaan laut meletus.

Apa yang harus dilakukan ?

Sebelum terjadi letusan :

1. Kenali kawasan rawan bencana letusan gunung api.

2. Sepakati tempat berkumpul bersama warga sekitar.

 

1
 
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2/3 23-03-2020

3. Menentukan jalur penyelamatan /evakuasi yang terdekat dari rumah untuk menuju tempat berkumpul.

4. Siapkan tas khusus yang berisi kebutuhan hidup selama tiga hari seperti, makanan, pakaian dan obat-obatan.

5. Mengikuti latihan penyelamatan /evakuasi secara berkala untuk menyelamatkan diri menuju lokasi yang aman pada saat terjadi gempa.

Saat terjadi letusan :

1. Segera mengungsi apabila sudah ada perintah mengungsi dari instansi/badan yang berwenang.

2. Hindari melewati jalur yang searah dengan arah angin dan sungai yang berhulu di puncak gunung yang sedang meletus.

3. Hindari daerah bahaya yang telah di tetapkan dengan melihat peta ancaman bahaya letusan gunung api.

4. Apabila melihat permukaan aliran air sungai naik,cepat-cepat cari daerah yang lebih tinggi.

5. Apabila terjebak dalam ruangan ,tutup semua pintu dan jendela.

6. Apabila berada di ruang terbuka cari ruang perlindungan darurat.

7. Apabila terjadi hujan batu,lindungi kepala dengan posisi menunduk dengan tubuh condong kedepan untuk melindungi dada serta silangkan tangan di antara kepalan dan tengkuk untuk melindungi kepala.

8. Saat turun hujan abu,jangan memakai lensa kontak(bagi yang menggunkanannya),usahakan menutup wajah dengan kedua telapak tangan atau sapu tangan serta gunakan kain / masker untuk melindungi pernafasan.

Setelah terjadi letusan :

1. Kembali kerumah setelah situasi di nyatakan aman oleh pihak berwenang.

2. Bersihkan atap rumah dari debu/abu gunung hujan debu yang menutupi atap rumah apabila tebal akan sangat beratdan dapat mengakibatkan runtuhnya atap rumah.

Pasca letusan :

A. Apabila memungkinkan hindari daerah-daerah zona hujan abu

B. Apabila berada di luar ruangan :

1. tutup mulut dan hidung anda.debu gunung api dapat mengiritasi sistem pernafasan anda.

2. gunakan kacamata untuk melindungi mata anda.

3. lindungi kulit anda dari iritasi akibat debu gunung api.

4. bersihkan atap akibat dari hujan debu gunung berapi.

5. hujan debu yang menutupi atap sangat berat dan dapat mengakibatkan runtuhnya atap bangunan. Hati-hati ketika bekerja di atap bangunan rumah

C. Hindari mengendarai kendaraan di daerah hujan yang lebat.

D. Mengendarai kendaraan mengakibatkan debu tersedot dan dapat merusak mesin kendaraan tersebut.

E. Apabila anda mempunyai penyakit pernafasan ,hindari sedapat mungkin kontak dengan debu gunung api.

F. Tinggallah di dalam ruangan,sampai keadaan dinyatakan aman di luar rumah.

 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia - 2 - Printed @ 23-03-2020 08:03
 
23-03-2020 3/3 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia


G. Ingat untuk membantu tatngga yang mungkin membutuhkan pertolongan seperti orang tua, orang yang cacat fisik, dsb. Bilamana harus mengungsi ,perlu mewaspadai :

1. Penyakit menular di tempat pengungsian, seperti ISPA, Diare,campak.

2. Keracunan makanan.

3. Gizi kurang gangguan stress pasca trauma.

Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat :

1. Selalu buang air besar di jamban, mencuci tangan setelah buang air maupun sebelum makan dan Selalu minum air yang telah di masak. Masalah kesehatan yang dapat timbul akibat gunung meletus :

1. Korban luka bakar terkena awan panas atau lahar panas dan meninggal

2. Penyakit saluran pernafasan dan sakit mata akibat iritasi debu gunung api

3. Keracunan gas

4. Pengungsian

5. Rusaknya fasilitas pelayanan kesehatan

 

























3

Selasa, 17 Maret 2020

PENGERTIAN DAN JENIS BENCANA


Definisi Bencana menurut UU No. 24 Th. 2007 adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya KORBAN JIWA MANUSIA, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan DAMPAK PSIKOLOGIS. Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, BENCANA NON-ALAM, dan bencana sosial. BENCANA NON-ALAM adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, EPIDEMI, dan WABAH PENYAKIT. Sedangkan EPIDEMI adalah wabah yang terjadi secara lebih cepat daripada yang diduga. Dan untuk jumlah kasus penyakit baru di dalam suatu populasi pada periode waktu tertentu disebut incidence rate. WABAH itu sendiri adalah istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan terjadi pada banyak orang, maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut. Wabah tersebut dipelajari dalam epidemiologi. Dengan kata lain, pengertian wabah dapat dikatakan sama dengan epidemi, yaitu "berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata dan banyak, melebihi suatu keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka" (UU No. 4 Th. 1984). Suatu wabah dapat terbatas pada lingkup kecil tertentu (disebut outbreak, yaitu serangan penyakit), sedangkan lingkup yang lebih luas (EPIDEMI) atau bahkan lingkup global (PADEMI). Penyakit yang umum yang terjadi pada laju yang konstan namun cukup tinggi pada suatu populasi disebut sebagai Endemik. Contoh penyakit Endemik adalah malaria di sebagian Afrika (misalnya, Liberia). Di tempat seperti itu, sebagian besar populasinya diduga terjangkit malaria pada suatu waktu dalam masa hidupnya. Contoh Wabah yang cukup dikenal termasuk wabah pes yang terjadi di Eropa pada zaman pertengahan yang dikenal sebagai the Black Death (kematian hitam), pandemi influensa besar yang terjadi pada akhir Perang Dunia I, dan epidemi AIDS dewasa ini, yang oleh sekalangan pihak juga dianggap sebagai pandemi. Nah kasus Covid 19 ini merupakan serangan penyakit dalam lingkup lebih luas/Epidemi, bahkan ancaman nyata yang sudah meng-global/Pademi. Dalam pandangan dunia kesehatan kita kejadian ini merupakan bagian dari Kejadian Luar Biasa (KLB). KLB itu sendiri adalah timbulnya/meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Dan ini diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004. Oleh karena itu kangmas mbakyu salah satu upaya komunitas/populasi dalam meningkatkan upaya Mitigasi (mengurangi risiko) dan Kesiapsiagaan terhadap ancaman Virus Corona/Covid 19 adalah dengan menyusun Rencana Kontinjensi (Renkon) yakni suatu proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada ancaman yang mungkin terjadi dari potensi bencana (Epidemi/Wabah) yang ada, sehingga penyusunan Renkon ini merupakan proses untuk menentukan "Prosedur Operasional (SOP) dalam merespon Kejadian Khusus" dengan memaksimalkan sumberdaya dan kapasitas yang dimiliki oleh daerah terdampak dalam merespon secara tepat waktu, efektif, dan sesuai prosedur. Tujuan utama dari penyusunan Renkon adalah untuk meminimalisasi dampak ketidakpastian dengan melakukan pengembangan skenario dan proyeksi kebutuhan saat keadaan darurat yang harus dipahami dan disepakati oleh seluruh stakeholder yang ada. Suatu Renkon mungkin saja tidak pernah diaktifkan jika keadaan yang diperkirakan tidak pernah terjadi. Hal ini maksudnya sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat, untuk menghindari dan meminimalisir jatuhnya korban jiwa akibat bencana pada saat dilakukan tanggap darurat sesuai dengan prosedur yang ada Outputnya seluruh elemen masyarakat di Kabupaten/Kota di Indonesia nantinya, dapat membuat Renkon secara mandiri sebagai wujud kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko termasuk wabah dan pandemi lainnya. Sementara itu, ancaman Covid 19 ini ternyata tidak bisa kita ramalkan kapan datangnya sebelumnya kan?? maka penyusunan renkon ini sangat diperlukan mengingat wabah Covid 19 ini sudah meng-global, bahkan masyarakat Indonesia sudah ada yang menjadi korban. Apabila kedepan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan maka Renkon ini akan berubah menjadi Rencana Operasi Tanggap Darurat. Oleh karena itu tingkatkan upaya kesehatan jasmani dan rohani kita dengan disiplin sehat, deteksi dini, serta respon yang baik. Dan jangan sampai wilayah kita benar-benar terjangkit kasus Covid 19, karena jika memang benar terjadi satu saja Covid 19 di wilayah kita maka bisa jadi masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa. #CerdasBencana #KenaliAncamannyaKurangiRisikonya

Pertanyaan :
1. Apakah definisi *Bencana* menurut UU No. 27/2007 ?
2. Uraikan jenis bencana!
 3. Sebutkan penyebab BENCANA NON ALAM ! 4. Apakah perbedaan EPIDEMI dan PADEMI.
5. Mengapa kasus Virus Corona (Covid 19 tergolong PADEMI ?
6. Apakah yang dimaksud dengan MITIGASI BENCANA ?
7. Jelaskan penyebab terjadinya BANJIR BANDANG di Kec. Ijen
 8. Bagaimana menurut pendapat anda solusi untuk mengatasinya ?

Senin, 16 Maret 2020

CUACA DAN IKLIM Setelah membaca kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat: 1. menganalisis dinamika unsur-unsur cuaca dan iklim (penyinaran, suhu, angin, awan, kelembaban, curah hujan); dan

 2. melakukan percobaan dalam mengukur suhu. Apakah Anda bisa membedakan antara cuaca dengan iklim? Untuk mengetahuinya cobalah Anda simak pernyataan ini “Hari ini sangat cerah”, dan “Bulan bulan belakangan ini tidak tampak turun hujan, sehingga dimana-mana terjadi kekeringan”. Nah bisakah Anda membedakan pernyataan tersebut? Pernyataan yang pertama menunjukkan saat itu juga, waktunya sangat singkat. Dan saya percaya Anda pasti bisa menjawab bahwa pernyataan pertama adalah menunjukkan “cuaca” dan pernyataan yang kedua, karena waktunya sangat lama/panjang, hal itu menunjukkan “iklim”. Benarkah demikian? Untuk mengetahuinya marilah kita bahas bersama-sama tentang cuaca dan iklim serta unsur-unsurnya.

 A. Pengertian Cuaca dan Iklim Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat). Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas. Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut dan badai. 11 Perlu Anda ketahui bahwa ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut Klimatologi, sedangkan ilmu yang mempelajari tentang keadaan cuaca disebut Meteorologi. B. Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim Ada beberapa unsur yang mempengaruhi cuaca dan iklim, yaitu suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara dan curah hujan. 1. Suhu Udara Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur suhu udara atau derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukuran dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub, makin dingin. Di lain pihak, pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa dingin jika ketinggian bertambah. Kita sudah mengetahui bahwa tiap kenaikan bertambah 100 meter, suhu udara berkurang (turun) rata-rata 0,6o C. Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1o C. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah: a. Lama penyinaran matahari. b. Sudut datang sinar matahari. c. Relief permukaan bumi. d. Banyak sedikitnya awan. e. Perbedaan letak lintang. Untuk mengetahui temperatur rata-rata suatu tempat digunakan rumus: Tx = To – 0,6 x 100h Keterangan: Tx = temperatur rata rata suatu tempat (x) yang dicari To = temperatur suatu tempat yang sudah diketahui h = tinggi tempat (x) 12 Contoh: Temperatur permukaan laut = 27o C. Kota X tingginya 1500 m (di Indonesia). Tanya: Berapa temperatur rata rata kota X? Jawab: Tx = To – 0,6 x 100h = 27o – 0,6 x 1500100 = 27o – 0,6 x 15 = 27o – 9o = 18o C Matahari merupakan sumber panas. Pemanasan udara dapat terjadi melalui dua proses pemanasan, yaitu pemanasan langsung dan pemanasan tidak langsung. a. Pemanasan secara langsung Pemanasan secara langsung dapat terjadi melalui beberapa proses sebagai berikut: 1) Proses absorbsi adalah penyerapan unsur-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gama, sinar-X, dan ultra-violet. Unsur unsur yang menyerap radiasi matahari tersebut adalah oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen, dan debu. 2) Proses refleksi adalah pemanasan matahari terhadap udara tetapi dipantulkan kembali ke angkasa oleh butir-butir air (H2O), awan, dan partikel-partikel lain di atmosfer. 3) Proses difusi Sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru dan lembayung berhamburan ke segala arah. Proses ini menyebabkan langit berwarna biru. b. Pemanasan tidak langsung Pemanasan tidak langsung dapat terjadi dengan cara-cara berikut: 1) Konduksi adalah pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara bagian bawah kemudian lapisan udara tersebut memberikan panas pada lapisan udara di atasnya. 2) Konveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas. 3) Adveksi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal (mendatar). 13 4) Turbulensi adalah pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur dan berputar-putar ke atas tetapi ada sebagian panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar 4 berikut. Matahari MATAHARI 3% diserap oleh ozon 25% dipantulkan awan 19% diserap oleh debu dan gas 8% dipantulkan dari permukaan bumi 45% diserap bumi Gambar 4. Pengaruh atmosfer terhadap energi panas matahari. (Konsep Dasar Indraja dan Pengolahan Citra, Bakosurtanal, 1995) Di Indonesia, keadaan suhu udara relatif bervariasi. Data rata-rata suhu udara di beberapa kota di Indonesia, dapat Anda lihat pada tabel 2. Tabel 2. Rata-rata suhu udara di beberapa kota di Indonesia. No. Nama Kota Rata-rata Suhu (oC) 1 Pontianak 27 2 Surabaya 27 3 Jakarta 26,3 4 Ujung Pandang 25,8 5 Palembang 25,9 6 Banjarmasin 26,1 7 Bandung 22,0 Rata-rata suhu tahunan, di Indonesia sekitar 26,8o C. Dalam peta, daerah daerah yang suhu udaranya sama dihubungkan dengan garis isotherm. 14 2. Tekanan Udara Kepadatan udara tidak sepadat tanah dan air. Namun udarapun mempunyai berat dan tekanan. Besar atau kecilnya tekanan udara, dapat diukur dengan menggunakan barometer. Orang pertama yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli (1643). Alat yang digunakannya adalah barometer raksa. Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut. Satuan ukuran tekanan udara adalah milibar (mb). 3 1 mb = 4 mm tekanan air raksa (t.a.r) atau 1.013 mb = 76 cm t.a.r. = 1 atmosfer Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan udaranya disebut isobar. Bidang isobar ialah bidang yang tiap-tiap titiknya mempunyai tekanan udara sama. Jadi perbedaan suhu akan menyebabkan perbedaan tekanan udara. Daerah yang banyak menerima panas matahari, udaranya akan mengembang dan naik. Oleh karena itu, daerah tersebut bertekanan udara rendah. Ditempat lain terdapat tekanan udara tinggi sehingga terjadilah gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan udara rendah. Gerakan udara tersebut dinamakan angin. ANGIN Angin adalah udara yang bergerak. Ada tiga hal penting yang menyangkut sifat angin yaitu: • Kekuatan angin • Arah angin • Kecepatan angin a. Kekuatan Angin Menurut hukum Stevenson, kekuatan angin berbanding lurus dengan gradient barometriknya. Gradient baromatrik ialah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua isobar pada tiap jarak 15 meridian (111 km). 1000 mb A P 80 km 150 km B Q 900 mb Gambar 5. Kekuatan angin A dan P terletak pada isobar 1000 mb. B dan Q pada isobar 990 mb. Jarak AB = 80 km, Jarak PQ = 150 km. 15 Gradient A – B = 10 : 11180 x 1 mb = 10 x 11180 x 1 mb = 13,875 mb Gradient P – Q = 10 : 150111 x 1 mb = 10 x 150111 x 1mb = 7,4 mb Jadi angin yang bertiup dari A ke B lebih kuat daripada angin yang bertiup dari P ke Q. b. Arah Angin Satuan yang digunakan untuk besaran arah angin biasanya adalah derajat. 1 derajat untuk angin arah dari Utara. 90 derajat untuk angin arah dari Timur. 180 derajat untuk angin arah dari Selatan. 270 derajat untuk angin arah dari Barat. Angin menunjukkan dari mana datangnya angin dan bukan ke mana angin itu bergerak. Menurut hukum Buys Ballot, udara bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah bertekanan rendah (minimum), di belahan bumi utara berbelok ke kanan sedangkan di belahan bumi selatan berbelok ke kiri. Arah angin dipengaruhi oleh tiga faktor: 1) Gradient barometrik 2) Rotasi bumi 3) Kekuatan yang menahan (rintangan) Makin besar gradient barometrik, makin besar pula kekuatannya. Angin yang besar kekuatannya makin sulit berbelok arah. Rotasi bumi, dengan bentuk bumi yang bulat, menyebabkan pembelokan arah angin. Pembelokan angin di ekuator sama dengan 0 (nol). Makin ke arah kutub pembelokannya makin besar. Pembelokan angin yang mencapai 90o sehingga sejajar dengan garis isobar disebut angin geotropik. Hal ini banyak terjadi di daerah beriklim sedang di atas samudra. Kekuatan yang menahan dapat membelokan arah angin. Sebagai contoh, pada saat melalui gunung, angin akan berbelok ke arah kiri, ke kanan atau ke atas. 16 c. Kecepatan angin Atmosfer ikut berotasi dengan bumi. Molekul-molekul udara mempunyai kecepatan gerak ke arah timur, sesuai dengan arah rotasi bumi. Kecepatan gerak tersebut disebut kecepatan linier. Bentuk bumi yng bulat ini menyebabkan kecepatan linier makin kecil jika makin dekat ke arah kutub. Lihat tabel 3. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin disebut anemometer. Tabel 3. Hubungan antara lintang tempat dan kecepatan linier. Lintang tempat Kecepatan linier 0o(ekuator) 461 meter/detik 30o 402 meter/detik 60o 232 meter/detik 90o(kutub) 0 meter/detik Sistem Angin 1) Angin Passat Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Lihat gambar 6: a) Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara. b) Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan. Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang). 2) Angin Anti Passat Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat. Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar lintang 20o - 30o LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang kering. Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di Australia. 17 Di daerah Subtropik (30o – 40o LU/LS) terdapat daerah “teduh subtropik” yang udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin. Sedangkan di daerah ekuator antara 10o LU – 10o LS terdapat juga daerah tenang yang disebut daerah “teduh ekuator” atau “daerah doldrum” Konveksi Konveksi Maksimum kutub 60o Front kutub Maksimum sedang 30o Maksimum subtropik Pasat Timur Laut 0o Konveksi Konveksi Agin Minimum ekuator (doldrum) Pasat Tenggara Minimum subtropik Front kutub Minimum sedang Konveksi Konveksi Gambar 6. Sirkulasi Angin. 3) Angin Barat Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir ke daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua. Di belahan bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat besar, tertama pada daerah lintang 60o LS. Di sini bertiup angin Barat yang sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties. 4) Angin Timur Di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum. Dari daerah ini mengalirlah angin ke daerah minimum subpolar (60o LU/LS). Angin ini disebut angin Timur. Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub. 5) Angin Muson (Monsun) Angin muson ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yang kering dan setengah tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah. 18 Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia. Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi musim penghujan. Musim penghujan meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata. Makin ke Timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit. Pada bulan April – Oktober, matahari berada di belahan langit Utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada benua Australia. Akibatnya, di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di Australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju Asia. Di Musim + dingin Tekanan tinggi Ekuator Indonesia, terjadi angin musim timur di belahan bumi Selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi Utara. Oleh karena tidak melewati lautan yang luas maka Tekanan Keterangan: rendah arah angin barat arah angin timur 0 1000 2000 km Gambar 7. Arah angin musim barat dan angin musim timur di Indonesia. angin tidak banyak mengandung uap air oleh karena itu pada umumnya di Indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat Sumatera, Sulawesi Tenggara, dan pantai Selatan Irian Jaya. Lihat gambar 7. Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut Musim Pancaroba (Peralihan), yaitu: Musim Kemareng yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dan Musim Labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan. 19 Adapun ciri-ciri musim pancaroba yaitu: Udara terasa panas, arah angin tidak teratur dan terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu singkat dan lebat. Angin Lokal Di samping angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal (setempat) yaitu sebagai berikut: 1. Angin darat dan angin laut Angin ini terjadi di daerah pantai. Pada siang hari daratan lebih cepat menerima panas dibandingkan dengan lautan. Angin bertiup dari laut ke darat, disebut angin laut. Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat melepaskan panas dibandingkan dengan lautan. Daratan bertekanan maksimum dan lautan bertekanan minimum. Angin bertiup dari darat ke laut, disebut angin darat. Lihat gambar 8. SIANG MATAHARI Angin laut MALAM Angin darat Gambar 8. Angin laut dan angin darat. 2. Angin lembah dan angin gunung Pada siang hari udara yang seolah-olah terkurung pada dasar lembah lebih cepat panas dibandingkan dengan udara di puncak gunung yang lebih terbuka (bebas), maka udara mengalir dari lembah ke puncak gunung menjadi angin lembah. Sebaliknya pada malam hari udara mengalir dari gunung ke lembah menjadi angin gunung. 3. Angin Jatuh yang sifatnya kering dan panas Angin jatuh atau Fohn ialah angin jatuh bersifatnya kering dan panas terdapat di lereng pegunungan Alpine. Sejenis angin ini banyak terdapat di Indonesia dengan nama angin Bahorok (Deli), angin Kumbang (Cirebon), angin Gending di Pasuruan (Jawa Timur), dan Angin Brubu di Sulawesi Selatan). 20 3. Kelembaban Udara Di udara terdapat uap air yang berasal dari penguapan samudra (sumber yang utama). Sumber lainnya berasal dari danau-danau, sungai-sungai, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Makin tinggi suhu udara, makin banyak uap air yang dapat dikandungnya. Hal ini berarti makin lembablah udara tersebut. Alat untuk mengukur kelembaban udara dinamakan hygrometer atau psychrometer. Ada dua macam kelembaban udara: 1) Kelembaban udara absolut, ialah banyaknya uap air yang terdapat di udara pada suatu tempat. Dinyatakan dengan banyaknya gram uap air dalam 1 m³ udara. 2) Kelembaban udara relatif, ialah perbandingan jumlah uap air dalam udara (kelembaban absolut) dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara tersebut dalam suhu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%). Contoh: Dalam 1 m³ udara yang suhunya 20o C terdapat 14 gram uap air (basah absolut = 14 gram), sedangkan uap air maksimum yang dapat dikandungnya pada suhu 20o C = 20 gram. 14 Jadi kelembaban relatif udara itu = 20 x 100% = 70%. 4. Curah Hujan Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: - bentuk medan/topografi - arah lereng medan - arah angin yang sejajar dengan garis pantai - jarak perjalanan angin di atas medan datar

UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLIM

1. Suhu/Temperatur
  Rumus :
                               h
   TX = To-(0,6 X   __ )
                             100

   TX = Suhu udara yg dicari
   To = Suhu udara yg diketahui
    h  = ketinggian tempst
   100= konstanta

Jika suhu udara di suatu tempat 26,3 C berapakan suhu di puncak gunung yg berketinggian 2.500 m ?

2. Tekanan udara
     a. Untuk menghitung tekanan uadara   
         menggunakan alat.....
     b. Tekanan udara dipengaruhi oleh faktor...

3. Angin
    Jenis angin :
    a. Angin.......... adalah......
    b. Angin.......... adalah......
    c. Angin........... adalah.....
    d. Angin .......... adalah....
    e. Angin........... adalah..

4. Tuliskan jenis dan rumus untuk mengukur
     kelembaban relatif !

5. Jelaskan 4 ( empat) jenis cara pemanasan
    matahari terhadap bumi sbb :
    a. Konveksi
    b. Adveksi
    c. Turbelensi
    d. Konduksi




Serangan REBOISASI G. Suket 1 Maret 2020